KTCCII & Albis Nusa Wisata Bedah Potensi Teknologi untuk Keamanan Jemaah

Pada Jumat, 5 Desember 2025, tim KTCC Integrasi Indonesia berkesempatan mengunjungi kantor PT. Albis Nusa Wisata. Kunjungan ini merupakan langkah silaturahmi sekaligus diskusi santai namun mendalam bersama Bapak Roni Karmani mengenai tantangan dan peluang masa depan ekosistem Haji dan Umrah di era digital.
Dalam pertemuan ini, KTCC memaparkan pandangan mengenai pentingnya mitigasi risiko modern. Kami memperkenalkan konsep perlindungan data pribadi melalui Personal Cyber Insurance dan pemantauan kondisi fisik jemaah lewat teknologi Detalytics. Tujuannya adalah membuka wawasan baru tentang bagaimana teknologi bisa berperan preventif, bukan hanya kuratif.
Diskusi menjadi sangat menarik ketika Pak Roni memberikan perspektifnya sebagai praktisi travel berpengalaman. Beliau menekankan bahwa setiap inovasi teknologi harus memiliki nilai manfaat (tangible benefit) yang bisa dirasakan langsung oleh jemaah, bukan sekadar fitur canggih di atas kertas. Masukan ini menjadi catatan penting bagi kami untuk memastikan solusi seperti Health Screening berbasis computer vision dan Cyber Concierge benar-benar praktis dan relevan bagi kebutuhan jemaah di lapangan.
Pertemuan ini menjadi awal yang positif untuk menyamakan visi. Kami berharap pertukaran gagasan ini dapat membuka jalan bagi potensi sinergi di masa depan, demi menghadirkan layanan perjalanan ibadah yang lebih aman, nyaman, dan terpadu bagi masyarakat Indonesia.
Dalam pertemuan ini, KTCC Integrasi Indonesia memaparkan pandangan mengenai pentingnya mitigasi risiko modern. Kami memperkenalkan konsep perlindungan data pribadi melalui Personal Cyber Insurance dan pemantauan kondisi fisik jemaah lewat teknologi Detalytics. Tujuannya adalah membuka wawasan baru tentang bagaimana teknologi bisa berperan preventif, bukan hanya kuratif.
Diskusi menjadi sangat menarik ketika Pak Roni memberikan perspektifnya sebagai praktisi travel berpengalaman. Beliau menekankan bahwa setiap inovasi teknologi harus memiliki nilai manfaat (tangible benefit) yang bisa dirasakan langsung oleh jemaah, bukan sekadar fitur canggih di atas kertas. Masukan ini menjadi catatan penting bagi kami untuk memastikan solusi seperti Health Screening berbasis computer vision dan Cyber Concierge benar-benar praktis dan relevan bagi kebutuhan jemaah di lapangan.
Pertemuan ini menjadi awal yang positif untuk menyamakan visi. Kami berharap pertukaran gagasan ini dapat membuka jalan bagi potensi sinergi di masa depan, demi menghadirkan layanan perjalanan ibadah yang lebih aman, nyaman, dan terpadu bagi masyarakat Indonesia.